RUPS TAHUN BUKU 2021
24-03-2021
JAKARTA- Bank Sumsel Babel (BSB) mencatatkan kinerja moncer pada 2020 lalu meski masa pandemi. Berdasarkan
laporan RUPS yang di hadiri seluruh Pemegang Saham Bank Sumsel Babel tahun buku 2020, bank plat merah tersebut men-
catatkan dividen Rp212 Miliar YoY (year on year ) tumbuh 16,72% dari tahun buku 2019 Rp181.5 Miliar.  Hal tersebut diungkapkan Direktur Bank Sumsel Babel,Achmad Syamsudin usai RUPS,Senin 22 Maret 2021, di Ballroom Hotel Fairmont Jakarta kemarin. “Laba Tahun 2020 Rp552 Miliar YoY tumbuh 12,78% dibanding Tahun 2019 sebesar Rp489miliar “Capaian ini, lanjut dia, tidak lepas dari kinerja para pengurus, Komisaris dan insan BSB . “Saya pikir Ini luar biasa ditengah pandemi menghasilkan kinerja yang baik dengan capai baik. Meski saya akui masih ada Challage dan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan,” Ia mengatakan, untuk Laba bersih setelah pajak tahun 2020, Bank Sumsel Babel mengalami peningkatan yang
cukup baik yakni sebesar 423,6miliar YoY atau tumbuh 16,72% dibandingkan tahun buku 2019 Rp362.9 Miliar.

“Peningkatan Laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga 0,27% dan penurunan beban bunga sebesar 6,12% dibanding tahun 2019,” ucap dia.  Untuk kinerja selama tahun 2020, Bank Sumsel Babel juga mengalami peningkatan atau pertumbuhan yang cukup baik dibeberapa sektor antara lain Sumsel babel :
  • Aset : Rp28.05Triliun YoY tumbuh 0.27% dibanding Tahun 2019 Rp27,98 Triliun
  • Kredit :Rp17.54 Triliun YoY tumbuh 5.86% dibanding Tahun 2019 Rp16,57 Triliun
  • DPK (Dana Pihak Ketiga) Rp21.10 Triliun YoY menurun 2.89% dibandingTahun2019 Rp21,73 Triliun

DPK Didominasi dana masyarakat sebesar Rp17.5 Triliun YoY menurun 0,51% dibanding tahun 2019 Rp17.60 Triliun.  Tidak hanya itu, kata dia, rasio keuangan pun menunjukan kinerja yang baik dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) tahun 2020
21,40%YoY membaik dibanding tahun 2019 18,90% dan Rasio Aktiva Produktif untuk Non Performing Loans (NPL) Gross tahun 2020 sebesar 3,93% YoY membaik dibanding tahun 2019 sebesar 4,37 persen dan Non Performing Loans (NPL) Netto tahun 2020 sebesar 0.79% YoY membaik dibanding tahun 2019 sebesar.1,39 persen.  Lalu, Rasio Rentabilitas Untuk Return On
Assets (ROA) tahun 2020 sebesar 2.00% YoY mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 sebesar 1,86 persen dan return On Equity (ROE) tahun 2020 sebesar 12,74 persen YoY mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 sebesar 11,61 persen. Untuk Net Interest Margin ( NIM ) tahun 2020 sebesar 8,05 % YoY sama seperti tahun 2019, Biaya Operasional/Pendapatan Operasional ( BOPO ) tahun 2020 sebesar 81,59 % YoY membaik disbanding tahun 2019 sebesar 81,91 %. Terakhir, Rasio Likuiditas untuk Loan to Fund Ratio (LFR) tahun 2020 sebesar 83,13% YoY membaik dibanding tahun 2019 sebesar 76,26%.  Seiring dengan besarnya laba Bank Sumsel babel, EPS ( Earning per Share ) Pendapatan perlembar Saham tahun 2020 mengalami peningkatan yang cukup baik.  Tahun 2020 EPS sebesar Rp414.600 YoY tumbuh 11,38 % jika dibandingkan tahun 2019 EPS yaitu sebesar Rp372.212 Berdasarkan hasil penilaian Kantor Akuntan Publik Hertanto, Grace, Karunawan (HGK), bahwa Laporan Keuangan Bank Sumsel Babel Tahun Buku 2020 dinyatakan dengan pendapat “Telah Menyajikan Secara Wajar, Tanpa Modifikasian”. Sedangkan untuk penilaian Self Assessment BankSumsel Babel mengenai tingkat kesehatan bank ber-
dasarkan risiko posisi 31 Desember 2020, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat komposit 2 (PK.2) dengan predikat sehat.
Dengan jumlah total pegawai mencapai 3279 orang, Bank Sumsel Babel sampai dengan penghujung tahun 2020 telah memiliki
sebanyak 774 jaringan outlet yang tersebar di Provinsi Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung dan DKI Jakarta yang terdiri dari kantor pusat, kantor fungsional, 29 unit Kantor Cabang, 55 unit Kantor Cabang Pembantu, 144 unit Kantor Kas, 61 unit Kantor Payment Point, 466 unit ATM dan 18 unit CDM.  Kedepan, kata dia, pihaknya akan mengembangkan lagi bisnis. Salah satunya pembentukan wacana kelompok usaha bank terkait konsolidasi bank umum. Secara prinsip sudah disetujui BSB investasi diBank Lampung sebesar Rp 150 miliar. “Ini sebuah langkah besar bagi kita untuk mencapai mimpi-mimpi yang akan datang.  Untuk itu, akan kita buat satu strategi yang akan di lakukan sebab kita juga punya potensi dengan pengembangan bisnis. Apalagi kedua daerah ada kaitan bisnis dan juga ada kaitan history . Jadi saya pikir tadi yang sudah cukup baik,” tukasnya. (ADV)
Skip Navigation LinksHalaman Utama > Berita 2021>Maret>RUPS TAHUN BUKU 2021