Bank Sumsel Babel Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan CIFOR bangun Ekonomi Daerah
02-08-2022

Bogor, 29 Juli 2022

Penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) antara Bank Sumsel Babel dengan CIFOR (Center for International Forestry Research).

CIFOR (Pusat Penelitian Kehutanan Internasional) merupakan lembaga penelitian non-profit yang didirikan sebagai intergovernmental organization dan memiliki 700 staff yang tersebar di 33 negara. 

Tujuan dari adanya MoU ini adalah kerjasama untuk pembangunan model bisnis dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.

Acara ini diselenggarakan di kantor CIFOR , jl. Cifor, situ gede, kota Bogor dan dihadiri secara langsung oleh Dr. Robert Nasi( Director General CIFOR), Prof. Dr. Herry Purnomo ( Deputy Country Director CIFOR-ICRAF Indonesia),H.Askolani Jasi, S.H, M.H, Bupati Kab. Banyuasin beserta jajarannya, Ir. Kosarudin, MM, Kepala Bappedalitbang Banyuasin , Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin, yang diwakili oleh Linda Hairani , Pemimpin Divisi Bisnis Ritel, Konsumer dan UMKM Bank Sumsel Babel dan Bapak Asraf Kurniawan ,Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalan Balai. Kemudian Hadir juga secara virtual Ibu Heng Li Lang, Principal Senior Director Temasek Foundation dan Dr. Myrna Asnawati Safitri, Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.

Bank Sumsel Babel sangat menyambut baik atas dilaksanakannya penandatangan MoU ini, salah satu bentuk dukungan Bank Sumsel Babel dalam MoU ini yakni akan melakukan program-program untuk pembangunan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat  juga mendukung implementasi model bisnis berbasis masyarakat untuk restorasi mangrove di Sumatera Selatan dengan tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik," tutur Linda Hairani, Pemimpin Divisi Bisnis Ritel, Konsumer dan UMKM Bank Sumsel Babel , saat mewakili Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), bersama dengan Direktur Jenderal CIFOR, Robert Nasi.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Herry Purnomo ( Deputy Country Director CIFOR-ICRAF Indonesia), menyampaikan bahwa  salah satu penelitian yang dilakukan CIFOR adalah Riset Aksi Pengembangan Model Bisnis Berbasis Masyarakat untuk Restorasi Mangrove di Kabupaten Banyuasin. Lokasi penelitian fokus di lima desa di Kecamatan Banyuasin I:Desa Sungsang I, Sungsang II, Sungsang III, Sungsang IV dan Marga Sungsang. Tujuan utama penelitian ini untuk mengembangkan restorasi mangrove dan model bisnis lokal, layak secara ekologi dan bermanfaat bagi masyarakat dan berkontribusi pada program yang ada seperti Restorasi BRGM, Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan implementasi Pembangunan Hijau.
 Melalui kegiatan riset aksi, diharapkan dua dampak utama yakni Masyarakat memperoleh penghasilan berkelanjutan, manfaat kesehatan dan nutrisi pangan dari konservasi dan penggunaan mangrove serta Restorasi mangrove meningkat.

Kegiatan penelitian yang dilakukan cifor ini jg telah mendapatkan dukungan dari Bupati Banyuasin, H.Askolani, SH, MH. Dalam sambutannya, Bupati Banyuasin menyampaikan bahwa Isu-isu terkait mangrove di Kabupaten Banyuasin terpusat di dua kawasan yakni Taman Nasional Sembilang dan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api, yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan Sungsang.
Pemerintah kabupaten banyuasin mengharapkan kegiatan yang dilakukan pihak CIFOR tentunya dengan tujuan untuk dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dimana dengan terbentuknya mangrove yang baik akan dapat digunakan sebagai objek wisata, pengembangan usaha perikanan dan lain-lain. Diharapkan kerjasama dari seluruh pihak untuk secara bersama-sama mewujudkan pembangunan terpadu yang berdampak terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar di Kabupaten Banyuasin dan Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya.
Skip Navigation LinksHalaman Utama > Berita 2022>Agustus>Bank Sumsel Babel Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan CIFOR bangun Ekonomi Daerah